Ni NO KUNI II: REVENAT KINGDOM MEMILIKI FAKTA MENARIK

Gamers tentunya tidak asing lagi dengan judul game tersebut setelah pernah hadir untuk seri pertama pada tahun 2010 yang dirilis secara ekslusif untuk playstation 3 dan nintendo ds , akhirnya dirilis untuk seri keduanya.
akan menghadirkan fitur baru, dan tambahan storyline yang lebih emosional ketimbang seri sebelumnnya dan akan kedatangan tambahan karakter barunnya dan juga kualitas gameplay yang lebih memikat hati para gamers tentunya.

Vice President selaku Marketing dari Bandai Namco Entertainment America, yakni Eric Hartness mengkonfirmasi bahwa dalam seri kedua ini akan lebih berbeda dari seri pertama, namun masih dalam bentuk berupa RPG.
Disini nantinya Gamers dapat merasakan setiap emosi pada setiap adegan dengan datangnya beberapa karakter baru yang akan anda temui di sepanjang petualangan dari game tersebut.

Game ini mengambil latar sebuah negeri dimana sang karakter utamannya adalah seorang raja yang masih muda bernama Evans Dimulainya petualangan untuk mencari kerajaan baru dan ingin menyatukan seluruh wargannya dan ingin melindungi mereka dari serangan kekuatan jahat yang ingin mengharcurkan kerajaan.

jangan bingung jika game ini nantinnya akan memiliki pendekatan art style yang sama dengan film animasi Studio Ghibli, karena beberap dari tim developernya seperti artist Yoshiyuki Momose dan Joe Hisaishi memang sudah berpengalaman di bidang tersebut hampir semua komentar yang ada menyebutkan kalau game ini akan menjadi suksesor yang menawarkan kualitas grafis yang sangat mengagumkan.

Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2

Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2

Siapa gamer dota yang tidak tahu dengan kehebatan tebasan pedang hero bertopeng yang ikonik satu ini, ya Juggernaut. Dibalik kekuatannya yang dahsyat dalam menebas setiap musuh, ternyata sang Juggernaut memiliki masa lalu yang kelam. Yuk kita simak kisahnya.

Juggernaut sendiri merupakan hero bertipe agility di dota2, dimana dirinya bisa dimainkan di segala lane. Hero ini juga mudah untuk dipelajari oleh pemula sehingga menjadikan Juggernaut sebagai salah satu hero yang paling diminati oleh pemain dota2. Selain damage output yang terbilang besar, Juggernaut juga dilengkapi dengan mekanisme bertahan yang cukup baik, mulai dari blade fury yang membuat kita immune terhadap magic dan juga healing ward yang dapat membantu tim untuk memulihkan diri.

Seperti halnya Kunkka dan juga Legion commander, Juggernaut juga memiliki masa lalu yang tragis. Bahkan bisa dibilang masa lalu Juggernaut merupakan masa lalu yang paling menyedihkan dan dapat membuat kita meneteskan airmata jika berada di posisi sang ahli pedang yang satu ini.

Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2
Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2

Yurnero atau Juggernaut berasal dari pulai yang bernama Isle of Mask, sebuah tempat yang meyakini entitas misterius yang bernama faceless one. Di pulai ini ada sebuah aturan yang mengharuskan penduduknya untuk mengenakan sebuah topeng untuk menutupi wajah asli mereka ( terbukti Juggernaut selalu mengenakan topeng berwarna putih ). Topeng yang ada di isle of mask juga bebeda beda dan dalam beberapa tahun sekali akan diadakan turnamen bela diri untuk mencari tahu siapa pendekar pedang yang terkuat. Petarung yang ikut dalam kompetisi ini dipanggil Juggernaut.

Semenjak kecil Yurnero ingin sekali ikut dalam kompetisi ini, sayangnya ketika kesempatan itu tiba, ibu dari Yurnerojatuh sakit dan penyakit yang diderita ibunya adalah penyakit yang misterius. Yurnero sendiri hidup hanya berdua dengan ibunya sehingga ia sangat mencintai ibunya.

Penduduk Isle of Mask memang memiliki ritual untuk menyembuhkan penyakit ( kita bisa lihat dari skill healing ward yang dimiliki Yurnero ), sayangnya penyakit sang ibu tidak dapat disembuhkan sehingga Yurnero mendatangi Faceless One dan meminta bantuan dari para dewa.

Agar bisa berjumpa dengan Faceless One, syarat utama yang harus ia capai adalah memenangkan turnamen sayangnya karena Yurnero belum cukup umur ia tidak diperbolehka untuk ikut. Meski begitu, Yurnero memilih untuk melanggar peraturan sakral tersebut demi menyelamatkan ibunya.

Yurnero berhasil menemui Faceless One dan memenangkan pertandingan, melihat hal ini dewa pun turun dan membelah langit dan berjanji akan menjaga ibu Yurnero. Tetapi karena ia telah melanggar aturan sakral, maka ia harus meninggalkan Isle of Mask. Sebuah keputusan yang berat, tetapi semua dilakukan demi ibunda tercinta.

Saat ini Yurnero merupakan “Juggernaut” terakhir dari pulai Isle of Mask. Berpetualang tanpa arah dan tujuan. Hanya kemenangan saja yang menjadi motivasi sang Juggernaut untuk terus berjuang.