Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2

Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2

Siapa gamer dota yang tidak tahu dengan kehebatan tebasan pedang hero bertopeng yang ikonik satu ini, ya Juggernaut. Dibalik kekuatannya yang dahsyat dalam menebas setiap musuh, ternyata sang Juggernaut memiliki masa lalu yang kelam. Yuk kita simak kisahnya.

Juggernaut sendiri merupakan hero bertipe agility di dota2, dimana dirinya bisa dimainkan di segala lane. Hero ini juga mudah untuk dipelajari oleh pemula sehingga menjadikan Juggernaut sebagai salah satu hero yang paling diminati oleh pemain dota2. Selain damage output yang terbilang besar, Juggernaut juga dilengkapi dengan mekanisme bertahan yang cukup baik, mulai dari blade fury yang membuat kita immune terhadap magic dan juga healing ward yang dapat membantu tim untuk memulihkan diri.

Seperti halnya Kunkka dan juga Legion commander, Juggernaut juga memiliki masa lalu yang tragis. Bahkan bisa dibilang masa lalu Juggernaut merupakan masa lalu yang paling menyedihkan dan dapat membuat kita meneteskan airmata jika berada di posisi sang ahli pedang yang satu ini.

Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2
Masa Lalu Kelam Sang Juggernaut Dota2

Yurnero atau Juggernaut berasal dari pulai yang bernama Isle of Mask, sebuah tempat yang meyakini entitas misterius yang bernama faceless one. Di pulai ini ada sebuah aturan yang mengharuskan penduduknya untuk mengenakan sebuah topeng untuk menutupi wajah asli mereka ( terbukti Juggernaut selalu mengenakan topeng berwarna putih ). Topeng yang ada di isle of mask juga bebeda beda dan dalam beberapa tahun sekali akan diadakan turnamen bela diri untuk mencari tahu siapa pendekar pedang yang terkuat. Petarung yang ikut dalam kompetisi ini dipanggil Juggernaut.

Semenjak kecil Yurnero ingin sekali ikut dalam kompetisi ini, sayangnya ketika kesempatan itu tiba, ibu dari Yurnerojatuh sakit dan penyakit yang diderita ibunya adalah penyakit yang misterius. Yurnero sendiri hidup hanya berdua dengan ibunya sehingga ia sangat mencintai ibunya.

Penduduk Isle of Mask memang memiliki ritual untuk menyembuhkan penyakit ( kita bisa lihat dari skill healing ward yang dimiliki Yurnero ), sayangnya penyakit sang ibu tidak dapat disembuhkan sehingga Yurnero mendatangi Faceless One dan meminta bantuan dari para dewa.

Agar bisa berjumpa dengan Faceless One, syarat utama yang harus ia capai adalah memenangkan turnamen sayangnya karena Yurnero belum cukup umur ia tidak diperbolehka untuk ikut. Meski begitu, Yurnero memilih untuk melanggar peraturan sakral tersebut demi menyelamatkan ibunya.

Yurnero berhasil menemui Faceless One dan memenangkan pertandingan, melihat hal ini dewa pun turun dan membelah langit dan berjanji akan menjaga ibu Yurnero. Tetapi karena ia telah melanggar aturan sakral, maka ia harus meninggalkan Isle of Mask. Sebuah keputusan yang berat, tetapi semua dilakukan demi ibunda tercinta.

Saat ini Yurnero merupakan “Juggernaut” terakhir dari pulai Isle of Mask. Berpetualang tanpa arah dan tujuan. Hanya kemenangan saja yang menjadi motivasi sang Juggernaut untuk terus berjuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *